Kang Itmam

IAIN Salatiga

  • Oleh : Itmamudin, SS.,M.IP[1]

    1. Pendahuluan

    Pustakawan menurut Undang-undang Nomor 43 tahun 2007 adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan

    Eksistensi perpustakaan akhir-akhir ini sudah menjadi salah satu tranding topic terutama dikalangan masyarakat yang peduli terhadap masa depan pendidikan kita. Namun bukan menjadi tranding topic dari sisi baiknya namun dari sisi keprihatinannya terhadap nasib dunia perpustakaan. Hal ini berbandinglurus dengan keberadaan sang pengelola atau yang biasa disebut sebagai pustakawan. Mungkin tidak semua pustakawan mengalami hal yang sama namun ini sudah cukup menjadi bukti bahwa betapa dunia perpustakaan dan pustakawan sebagai pengelolanya belum mendapatkan hak sesuai dengan porsinya. Read the rest of this entry »

    No Comments
  • oleh : Itmamudin

    Salatiga, 10 Juni 2014

    Pengertian Literasi Informasi

    Literasi informasi pertama kali dikemukakan oleh Paul G.Zurkowski pada tahun 1974 yang merupakan seorang pemimpin sebuah organisasi informasi di amerika yang dikenal dengan American Information Industry Association. Dalam proposalnya yang ditujukan kepada The National Commission on Libraries and Information Science (NCLIS) di Amerika Serikat, Paul Zurkowski menggunakan ungkapan literasi informasi untuk menggambarkan “teknik dan kemampuan” yang dikenal dengan istilah literasi informasi yaitu kemampuan untuk memanfaatkan berbagai alat-alat informasi serta sumber-sumber informasi  primer untuk memecahkan masalah  mereka.  Istilah literasi informasi  selalu dikaitkan dengan computer literacy, library skills dan critical thinking yang merupakan pendukung terhadap perkembangan literasi informasi. Read the rest of this entry »

    No Comments
  • Oleh :

    Itmamudin

    Abstract

    Pustakawan merupakan tulang punggung perpustakaan dalam menjalankan tugas dan fungsinya. Pustakawan memiliki tanggung jawab secara individu dan juga tanggung jawab sosial. Selalu menjalankan tugas dan Tanggung jawab individu yang harus dilakukan ketika bekerja di perpustakaan. Seorang pustakawan tidak diperkenankan untuk melakukan hal-hal yang melanggar kode etik pustakawan. Selain tanggung jawab individu, pustakawan memiliki tanggung jawab sosial, karena pustakawan juga merupakan makhluk sosial yang senantiasa membutuhkan orang lain dan selalu berhubungan dengan orang lain ketika melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya. Dalam artikel ini, penulis memberikan gambaran mengenai pentingnya seorang pustakawan melaksanakan tugas sebagai individu dan juga sebagai makhluk sosial. Harapanya setiap pustakawan semakin profesional dalam bekerja baik hubungan sesama pustakawan, maupun dengan para pemustaka.   

      Read the rest of this entry »

    No Comments
  • Itmamudin

     

    Abstract

     

    Teknologi informasi memegang peranan penting dalam setiap bidang kehidupan tak terkecuali perpustakaan. Teknologi informasi di perpustakaan sangat diperlukan untuk membantu mempercepat semua kegiatan di perpustakaan diantaranya adalah kegiatan pengadaan, pengolahan, pelayanan, penyiangan dan beberapa kegiatan perpustakaan lainya. Dalam ilmu perpustakaan kegiatan tersebut di atas disebut dengan kegiatan organisasi informasi.. Dalam tulisan ini, penulis mencoba memaparkan beberapa peran teknologi informasi dalam kegiatan organisasi informasi. Apakah teknologi informasi menjadi bagian yang sangat penting dalam organisasi informasi atau tidak?jika menjadi begian penting dalam proses organisasi informasi dimana sisi pentingnya? Karena kita tahu bahwa kecepatan dan ketepatan dalam proses organisasi informasi sangat berpengaruh pada kecepatan informasi sampai kepada pemustaka.

    Read the rest of this entry »

    No Comments
  • Oleh :

    Itmamudin

     

    Abstract

    Pemustaka merupakan obyek bagi pustakawan untuk dilayan dengan sebaik-baiknyai. Apakah akan dilayani dengan baik atau tidak, semua sangat bergantung dari bagaimana cara para pustakawan berkomunikasi dengan pemustaka. Kesan baik dan tidak baik juga akan melekat terhadap para pustakawan di perpustakaan.

    Penelitian ini memberikan gambaran mengenai kemampuan berkomunikasi para pustakawan ketika mereka melayani para pemustaka. Hasil dari penelitian ini akan dijadikan dasar untuk melakukan pembenahan  terhadap kualitas pelayanan di perpustakaan STAIN Salatiga. Read the rest of this entry »

    No Comments
  • Oleh : Itmamudin

    1. A.     Pendahuluan

    Perpustakaan merupakan salah satu unsur yang sangat penting dalam lembaga pendidikan, bahkan karena pentingnya keberadaan perpustakaan bagi lembaga pendidikan sebagian orang mengatakan bahwa perpustakaan merupakan jantungnya lembaga pendidikan. Ini berarti bahwa lembaga pendidikan seperti halnya sekolah atau sekolah jika tidak memiliki perpustakaan, maka ‘tidak akan hidup’ atau tidak dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan maksimal. Ibarat manusia tidak ada jantung maka tidak akan hidup.

    Perpustakaan merupakan jantung sebuah lembaga pendidikan didasarkan pada suatu teori yang menyatakan bahwa lembaga pendidikan sebenarnya hanya memfasilitasi dan mengkondisikan serta memberikan kemudahan bagi anak didik untuk belajar, bukan sepenuhnya melakukan pengajaran terhadap anak didik, karena jika melakukan pengajaran sangat terbatas pada kemampuan yang dimiliki. Hal ini berbeda ketika konsep pendidikanya adalah dengan memberikan pengajaran dikelas sekaligus memberikan fasilitas terhadap anak didik untuk belajar, maka anak didik dapat belajar sendiri dan mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimilikinya. Read the rest of this entry »

    No Comments
  • (ditulis oleh Itmamudin, dan telah terbit di Media Pustaka tahun 2012)

    A.    Realita Eksistensi Pustakawan
    Pustakawan dan perpustakaan merupakan sesuatu yang tak terpisahkan, seperti dua sisi mata uang, dimana ada perpustakaan, maka idealnya disitu juga harus ada pustakawan. Namun pada kenyataanya, banyak sekali perpustakaan yang di dalamnya tidak ada pustakawan. Sehingga perpustakaan tidak dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik. Bagi kebanyakan orang, profesi pustakawan merupakan profesi yang belum terlalu diperhitungkan, karena kebanyakan mereka menilai sebuah profesi diukur dengan besar kecilnya materi yang diperoleh. Sementara perhatian pemerintah sendiri untuk pustakawan saat ini juga belum seperti perhatiannya kepada profesi yang lain misalnya profesi dokter, hakim, jaksa dan profesi lainya.
    Hal ini terjadi karena kebutuhan masyarakat akan perpustakaan belum seperti kebutuhan mereka akan profesi yang lain. Mereka lebih cenderung untuk memenuhi kebutuhan sosial ekonomi terlebih dahulu sebelum menjadikan perpustakaan sebagai prioritas utama mereka.  wiji suwarno (2010 : 46) mengatakan bahwa perpustakaan masih merupakan keinginan (wants) dari pada kebutuhan (needs) bagi sementara orang. Ini artinya bahwa kesadaran dan kepentingan mereka terhadap perpustakaan sebagai sumber informasi mulai ada, mulai menggejala dan berkembang tetapi belum menjadi prioritas yang utama. Satu contoh dalam dunia kampus, sebenarnya banyak mahasiswa yang ingin berkunjung ke perpustakaan, ingin membaca buku, ingin meminjam buku, dan seterusnya, namun itu baru sebatas keinginan saja, belum diwujudkan dalam tindakan nyata dengan datang ke perpustakaan, kemudian di sana membaca buku, meminjam buku dan seterusnya. Read the rest of this entry »

    No Comments
  • Oleh : itmamudin

    1. A.   Dasar Pemikiran

    Menindaklanjuti pertemuan pada tanggal 14 Juni 2013 bertempat di Bandungan Kabupaten Semarang, bahwa untuk pengembangan Perpustakaan STAIN Salatiga yang salah satunya adalah pengembangan koleksi perpustakaan guna memenuhi kebutuhan para pemustaka, maka kami bermaksud untuk membentuk Tim Pengembangan Koleksi Perpustakaan. Tim ini beranggotakan dari unsur pegawai perpustakaan dan unsur program studi di lingkungan STAIN Salatiga.

    Pengembangan koleksi merupakan sejumlah kegiatan yang berkaitan dengan penentuan dan koordinasi kebijakan seleksi, menilai kebutuhan pemakai, studi pemakaian koleksi, evaluasi koleksi, identifikasi kebutuhan koleksi, seleksi bahan pustaka, perencanaan kerjasama sumberdaya koleksi, pemeliharaan koleksi dan penyiangan koleksi perpustakaan (ALA Glossary of Library and Information Science (1983). Oleh sebab itu, kegiatan pengembangan koleksi harus dilaksanakan oleh setiap perpustakaan. Karena dengan kegiatan ini setiap kebutuhan pengunjung perpustakaan terhadap koleksi dapat dipenuhi. Read the rest of this entry »

    No Comments
  • Oleh. Itmamudin

    Memiliki perpustakaan dengan kondisi yang ideal saat ini masih menjadi mimpi bagi sebagian besar sekolah di negeri ini, termasuk perpustakaan sekolah di kota tempat saya menetap, Kota Salatiga. Padahal kita tahu bersama bahwa perpustakaan merupakan sarana penunjang utama bagi kegiatan belajar mengajar di sekolah setelah sarana-sarana sekolah yang lain. Perpustakaan juga menjadi tempat hiburan tersendiri bagi semua komponen di sekolah melalui koleksi yang dimiliki. Artinya ketika kita memiliki perpustakaan yang baik, maka perpustakaan akan menjadi tempat yang paling menyenangkan untuk dikunjungi. Baik untuk keperluan membaca buku, berdiskusi, atau hanya sekedar melepas penat setelah bekerja. Read the rest of this entry »

    No Comments
  • Oleh : Itmamudin

    1. PENDAHULUAN

    Ada ungkapan “Library is the heart of Institution and the heart of everyone’’ makna dari ungkapan tersebut perpustakaan diartikan sebagai bagian yang sangat vital atau sangat penting dalam sebuah institusi pendidikan. Begitu pentingnya peran perpustakaan dianalogikan seperti jantung yang menjadi pusat peredaran darah bagi manusia. Tak terkecuali perguruan tinggi, yang menjadikan perpustakaan sebagai jantungnya perguruan tinggi.

    Dalam Peraturan Pemerintah No. 30/1990 tentang Pendidikan Tinggi disebutkan bahwa perpustakaan merupakan unsur penunjang Tri Dharma Perguruan Tinggi. Dengan demikian perpustakaan merupakan komponen penting dalam mengemban tugas dan mendukung tujuan lembaga induknya, yaitu memberikan pelayanan sumber informasi kepada sivitas akademika dan masyarakat pemakai disekitarnya, yang relevan dengan program Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pendidikan dan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat Read the rest of this entry »

    No Comments