Kang Itmam IAIN Salatiga
  • KELOMPOK KERJA PUSTAKAWAN (KKP) SEBAGAI MEDIA PROMOSI DUNIA KEPUSTAKAWANAN DI WILAYAH KOTA SALATIGA

    Oleh : Itmamudin, SS.,M.IP[1]

    1. Pendahuluan

    Pustakawan menurut Undang-undang Nomor 43 tahun 2007 adalah seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan

    Eksistensi perpustakaan akhir-akhir ini sudah menjadi salah satu tranding topic terutama dikalangan masyarakat yang peduli terhadap masa depan pendidikan kita. Namun bukan menjadi tranding topic dari sisi baiknya namun dari sisi keprihatinannya terhadap nasib dunia perpustakaan. Hal ini berbandinglurus dengan keberadaan sang pengelola atau yang biasa disebut sebagai pustakawan. Mungkin tidak semua pustakawan mengalami hal yang sama namun ini sudah cukup menjadi bukti bahwa betapa dunia perpustakaan dan pustakawan sebagai pengelolanya belum mendapatkan hak sesuai dengan porsinya.

    Oleh sebab itu, penting kiranya untuk melakukan sebuah kegiatan yang real, yang mampu mengangkat dan mengenalkan dunia perpustakaan kepada masyarakat terutama masyarakat di sekolah. Minimal para guru, murid, dan orang tua mengenal mereka adalah salah satu bagian penting dari sekolah.

    Dari berbagai cerita dan pengalaman yang penulis peroleh dari para pustakawan di sekolah, hampir dapat dikatakan bahwa masyarakat di sekolah belum paham terhadap keberadaan para pustakawan dan profesinya. Hal ini berakibat pada tidak dapat berjalannya kegiatan kepustakawanan sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Banyak guru yang mengabaikan tupoksi pustakawan, yang kemudian mereka menyuruh para pustakawan sebagai tukang ketik untuk membantu mereka menyelesaikan tugas administrasi pembelajaran mereka. Banyak kepala sekolah tidak paham terhadap tupoksi pustakawan, yang kemudian memfungsikan mereka sebagai operator DAPODIK, melakukan tugas administrasi dan ketatausahaan, dan masih banyak tugas lain yang dibebankan kepada pustakawan yang tidak sesuai dengan tupoksi kepustakawanan. Lebih memprihatinkan lagi, banyak guru yang merangkap pekerjaan pustakawan dengan dalih kekurangan jam mengajar dan jika menjadi kepala perpustakaan kekurangan jam tersebut dapat terpenuhi dengan mengabaikan pekerjaan-pekerjaan di perpustakaan. Hal ini mengakibatkan para pustakawan tidak dapat konsentrasi melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai pustakawan dengan baik. Sehingga penulis berfikir bahwa perlu sebuah wadah yang mampu mengenalkan dan menyampaikan baik tersirat maupun tersurat kepada masyarakat, minimal masyarakat disekitar wilayah pustakawan melaksanakan tugas dan fungsinya. Dan penulis berfikir bahwa Kelompok Kerja Pustakawan mudah-mudahan adalah jawabannya.

    Kelompok kerja pustakawan merupakan istilah baru dalam dunia perpustakaan. Istilah ini mengadaptasi dari istilah Kelompok Kerja Guru atau yang biasa di kenal dengan istilah KKG.  Kelompok kerja pustakawan memiliki makna yang berbeda dari sisi aktornya. Kalau KKG aktornya adalah para guru dengan berbagai latarbelakang dan mata pelajaran, namun kalau KKP aktornya adalah para pustakawan atau juga pengelola perpustakaan.

    Menurut Sumadji (2013:1) Kelompok Kerja Guru merupakan wadah atau tempat bagi guru untuk bermusyawarah tentang berbagai hal untuk peningkatan mutu pembelajaran. Jika dikaitkan dan merujuk pada pendapat tersebut, maka kelompok kerja pustakawan merupakan wadah atau tempat bagi para pustakawan untuk bermusyawarah tentang berbagai hal untuk peningkatan pelayanan kepada pemustaka.

    Uceh Nurabnu (2012:24) berpendapat bahwa kelompok kerja guru merupakan salah satu bagian dari program kerja gugus sebagai wahana bengkel kerja guru-guru TK/PAUD  selaku anggota gugus, dan merupakan pintu masuk dalam program  peningkatan kompetensi pendidik TK/PAUD. Artinya kelompok kerja guru tidak dilakukan dalam jangkauan yang luas, melainkan diberikan batasan dengan GUGUS.

    Jika mengacu pada pendapat tersebut, maka Kelompok kerja pustakawan juga di batasi wilayahnya hanya pada area yang terjangkau dan mudah dalam berhubungan satu sama lain, yaitu di batasi dalam satu kecamatan saja. Selain sebagai wadah bagi pustakawan untuk saling berkomunikasi satu sama lain, kegiatan ini juga dapat digunakan sebagai bengkel kerja para pustakawan dalam suatu kecamatan mengenai berbagai hal tentang kepustakawanan. kegiatan ini juga menjadi pintu masuk bagi para pustakawan untuk meningkatkan kompetensi pustakawan.

     

    1. Visi dan misi kelompok kerja pustakawan

    Visi adalah suatu pandangan jauh tentang organisasi, tujuan organisasi dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang.  Sedangkan misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh organisasi dalam usahanya mewujudkan Visi.

    Misi organisasi adalah tujuan dan alasan mengapa organisasi itu ada. Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan proses pencapaian tujuan. Adapun visi dari kegiatan kelompok kerja pustakawan adalah ikut serta  mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan misi dari kegiatan KKP adalah Mengenalkan dunia kepustakawanan kepada seluruh masyarakat, Meningkatkan kompetensi pustakawan dalam bidang kepustakawanan, Meningkatkan kesejahteraan pustakawan, Meningkatkan pengembangan perpustakaan di sekolah.

     

    1. Tujuan, manfaat dan kewenangan Kelompok Kerja Pustakawan

    Tujuan dari kelompok kerja pustakawan adalah mengenalkan dunia kepustakawanan kepada masyarakat, meningkatkan kompetensi para pustakawan sekolah, meningkatkan kesejahteraan pustakawan sekolah dan pengembangan perpustakaan sekolah.

    Manfaat yang didapatkan dari kegiatan ini antara lain :

    1. Dunia kepustakawanan dikenal oleh masyarakat luas
    2. Komunikasi antar pustakawan sekolah terjalin
    3. Komunikasi pustakawan dengan pihak dinas pendidikan terjalin baik
    4. Komunikasi pustakawan dengan perpustakaan daerah juga terjalin baik
    5. Peningkatan kompetensi pustakawan melalui berbagai kegiatan yang dilakukan selama KKP
    6. Dengan berkumpul dalam satu wadah, maka sangat mungkin kesejahteraan mereka dapat diperjuangkan bersama melalui forum ini.
    7. Secara sosial pustakawan memiliki gengsi yang tinggi dan status yang sama dengan profesi yang lain.
    8. Struktur Kepengurusan

    Kelompok kerja pustakawan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara bersama oleh seluruh pengelola perpustakaan dari tingkat sekolah dasar hingga tingkat perguruan tinggi di Kota Salatiga. Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang dicanangkan dan tidak terpisahkan dari lembaga induknya yaitu Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia Kota Salatiga.

    Secara struktural kelompok kerja pustakawan bertanggungjawab kepada Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia Kota Salatiga, Kepala Dinas Pendidikan melalui Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan tempat KKP tersebut dilaksanakan.

    Selain itu, pengurus inti dari kelompok kerja pustakawan di tiap kecamatan ini yaitu Kordinator, Sekretaris dan bendahara secara otomatis menjadi Pengurus Ikatan Pustakawan Indonesia Kota Salatiga. Hal ini sangat perlu dilakukan agar komunikasi antar KKP di kecamatan dengan Pengurus IPI Kota Salatiga tidak terputus dan dapat terus saling berkomunikasi menyampaikan berbagai kebijakan dari IPI daerah dan Pusat.

    1. Sumber Dana dan Alokasinya

    Untuk menjalankan sebuah kegiatan tentu tidak mungkin dapat dilakukan tanpa dana atau anggaran. Dalam konteks ini, kelompok kerja pustakawan memperoleh dana atau anggaran untuk menjalankan organisasi ini dari anggaran sekolah. Kemudian besaran dana yang dialokasikan oleh sekolah untuk masing-masing kecamatan berbeda-beda sesuai dengan kesepakatan bersama anggota KKP.

    Saat ini, untuk kecamatan Tingkir dan Sidomukti anggaran yang bebankan ke sekolah, perbulan sebesar Rp. 10.000,- maka dalam satu tahun sekolah mengeluarkan anggaran sebebar Rp. 120.000,- anggaran yang tidak besar, namun kita yakini dapat memberikan manfaat dalam dunia kepustakawanan ke depan.

    Berbeda dengan KKP di kecamatan tingkir, dan Sidomukti, KKP di Kecamatan Sidorejo dan Argomulyo memutuskan untuk iuran sebesar Rp. 15.000,- hal ini didasarkan pada mahalnya harga-harga saat ini, sehingga perlu menambah jumlah iuran tidak hanya sebesar 10.000,- melainkan 15.000,-.

    Alokasi anggaran tersebut di atas, dipergunakan untuk membiayai kegiatan rutin KKP sebagai berikut :

    1. Biaya pembelian peralatan administrasi KKP
    2. Biaya Snack dan minum KKP
    3. Biaya akomodasi nara sumber
    4. Biaya kegiatan studi banding
    5. Biaya kegiatan lain yang terkait dengan pelaksanaan KKP
    6. Program Kerja

    Program kerja diartikan sebagai suatu rencana kegiatan dari suatu organisasi yang terarah, terpadu dan tersistematis yang dibuat untuk rentang waktu yang telah ditentukan oleh  suatu organisasi (KBBI, 2007). Program kerja ini akan menjadi pegangan bagi organisasi dalam menjalankan rutinitas roda organisasi. Program kerja juga digunakan sebagai sarana untuk mewujudkan cita cita organisasi

    Beberapa program kerja yang akan dilakukan antara lain :

    1. Melaksanakan berbagai pelatihan yang dibutuhkan oleh pustakawan sekolah dalam mengelola perpustakaan
    2. Melakukan promosi melalui berbagai kegiatan yang dilakukan oleh IPI Kota Salatiga, perpustakaan daerah, maupun pemerintah daerah Kota Salatiga
    3. Melakukan advokasi ke berbagai dinas yang terkait, untuk memperjuangkan kesejahteraan para pustakawan sekolah
    4. Melakukan studi banding yang implementatif ke berbagai perpustakaan sekolah yang sudah memenuhi standar perpustakaan sekolah
    5. Melaksanakan bedah perpustakaan dan kegiatan lain yang mampu meningkatkan dan mengembangkan perpustakaan sekolah menjadi lebih baik dan memenuhi standar perpustakaan sekolah
    6. Sinergitas dan dukungan stakeholder dalam pelaksanaan Kelompok Kerja Pustakawan

    Dalam pelaksanaan KKP di Kota Salatiga, penulismelakukan sinergi dengan berbagai stakeholder yang terkait dengan dunia kepustakawanan. Hal ini perlu dilakukan agar pelaksanaan KKP benar-benar mendapatkan restu atau persetujuan baik secara formal maupun non formal dari para pemangku kebijakan. Beberapa stakeholder yang harus bersinergi dalam pelaksanaan KKP adalah :

    1. Perpustakaan dan Arsip Daerah atau Persipda Kota Salatiga
    2. Pengurus Daerah Ikatan Pustakawan Indonesia tingkat Kabupaten/Kota
    3. Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota Salatiga
    4. UPTD Dinas Pendidikan Kecamatan
    5. Kepala sekolah
    6. Pustakawan
    7. Penutup

    Dengan mengucap syukur kepada Allah SWT, Tuhan yang maha kuasa, karena dengan ridlo dan petunjuknya penulis telah dapat melaksanakan kegiatan ini, semoga kegiatan ini dapat berjalan dengan baik dan mampu mengangkat citra dunia kepustakawanan kita. Oleh sebab itu, penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Salatiga yang sudah berkenan memberikan restu kepada penulis melaksanakan kegiatan ini, para Kepala UPT Dinas Pendidikan Kecamatan di Kota Salatiga, para kepala sekolah yang sudah berkenan menyediakan tempat dan dukungan baik material maupun spiritual dalam pelaksanaan KKP ini, kepada Kepala Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Salatiga terimakasih atas nasihat-nasihatnya. Dan kepada teman-teman pengurus daerah Kota Salatiga terimakasih atas kerjasamanya sehingga impian kita memiliki kegiatan yang real untuk kemajuan perpustakaan di Kota Salatiga ini dapat terwujud.

    Terimakasih juga penulissampaikan kepada Rektor IAIN Salatiga, yang telah memberikan kelonggaran kepada penulisuntuk dapat melakukan kegiatan ini dengan baik. Jazakumullah biakhsanil jaza. Semoga allah membalas semua kebaikan teman-teman semua dengan kebaikan yang berlipat ganda, amin.

     

    DAFTAR PUSTAKA

    Departemen Pendidikan Nasional. 2007. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta : Balai Pustaka

    Sumadji Sumadji, 2013. Revitalisasi KKG upaya meningkatkan mutu pendidikan. http://pendidikan.probolinggokab.go.id AKSES: 10 Juli 2015

    Uceh Nurabnu. 2012. Program peningkatan kinerja Guru. Bandung : Universitas Pendidikan.

    Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 tahun 2007 Tentang Perpustakaan

    [1] Ketua Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Kota Salatiga dan Pustakawan di IAIN Salatiga

    Published on September 7, 2017 · Filed under: IAIN SAlatiga, Perpustakaan, Pustakawan;
    No Comments

Leave a Reply